Tugas Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas dan Kontraktor

Tugas Konsultan, Pengawas & Kontraktor

KONSULTAN PERENCANA

Konsultan perencana bertugas menghasilkan detail perencanaan bangunan, misalnya dihasilkannya gambar kontrak yang jelas tanpa adanya pertentangan perbedaan antar gambar rencana dengan kondisi dilapangan, spesifikasi bangunan dijelaskan dengan detail agar tidak terjadi hambatan dalam pemilihan material saat pekerjaan pembangunan berlangsung. Selain itu, konsultan perencana memiliki tugas untuk merencanakan struktur, mekanikal elektrikal, arsitektur, landscape, rencana anggaran biaya (RAB) serta dokumen-dokumen pelengkap lainnya terkait dengan proyek yang akan dikerjakan. Konsultan perencana mendapatkan proyek melalui proses lelang yang diadakan panitia lelang pekerjaan konstruksi. Berikut ini untuk lebih jelasnya mengenai tugas dan wewenang konsultan perencana dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
 
Tugas Konsultan Perencana
  • Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik proyek.
  • Membuat gambar kerja pelaksanaan. Membuat Rencana kerja dan syarat – sayarat pelaksanaan bangunan (RKS) sebagai pedoman pelaksanaan.
  • Membuat rencana anggaran biaya (RAB).
  • Memproyeksikan gagasan atau ide-ide kreatif pemilik proyek ke dalam desain bangunan. 
  • Melakukan perubahan desain apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan sesuai dengan kontrak yang telah dibuat.
  • Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur bangunan jika terjadi kegagalan konstruksi.
Dari uraian di atas, tugas konsultan perencana lebih untuk memastikan atau mengawal klien pada tahap awal proyek (tahap perencanaan dan perancangan) untuk mempersiapkan tahap selanjutnya. Pada saat tiba jadwal pelaksanaan konstruksi (pelaksanaan pembangunan fisik), proses pelaksanaanya diserahkan kepada konsultan pengawas. Konsultan pengawas ini sendiri adalah orang/instansi yang menjadi wakil pemilik proyek di lapangan.
Wewenang Konsultan Perencana
Mempertahankan desain (konsep perancangan) dalam hal adanya pihak – pihak pelaksana bangunan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan rencana.
Menentukan warna, spesifikasi dan jenis material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Mengumpulkan data dan informasi dari lapangan, membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK, konsultasi kepada pihak pemerintah setempat terkait regulasi daerah, membuat program perencanaan serta gagasan terhadap program yang dicanangkan.
 
KONSULTAN PENGAWAS
 
Tugas dan Wewenang Konsultan Pengawas
 
  • Konsultan pengawas dalam suatu proyek mempunyai tugas sebagai berikut:
  • Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
  • Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan proyek.
  • Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek berdasarkan laporan teknis dari konsultan perencana untuk dapat dilihat oleh pemilik proyek.
  • Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik proyek maupun kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.
  • Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing yang diajukan kontraktor sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan proyek.
  • Memilih dan memberikan persetujuan mengenai spesifikasi, tipe dan merek yang diusulkan oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek namun tetap berpedoman dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Konsultan pengawas juga memiliki wewenang sebagai berikut:
  • Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi penyimpangan terhadap kontrak kerja.
  • Menghentikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jika kontraktor tidak memperhatikan peringatan yang diberikan.
  • Memberikan tanggapan atas usul pihak kontraktor.
  • Memeriksa gambar shopdrawing dan spesifikasinya pelaksana proyek.
  • Melakukan perubahan dengan menerbitkan berita acara perubaha.
  • Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor agar sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.

Konsultan pengawas biasanya dibutuhkan ketika pelaksanaannya pada proyek bangunan skala besar seperti gedung bertingkat tinggi. Konsultan pengawas bisa masuk ke dalam Managemen Konstruksi (MK), namun perbedaannya adalah MK mengelola jalannya proyek dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai berakhirnya proyek. Sedangkan konsultan pengawas hanya bertugas mengawasi jalannya fase pelaksanaan proyek pembangunan. Dalam pelaksanaannya di lapangan diperlukan kerjasama yang baik antara konsultan pengawas dengan kontraktor agar bisa saling melengkapi dalam pelaksanaan pembangunan.

 
KONTRAKTOR PROYEK
 
Selain konsultan perencana dan konsultan pengawas, tentunya dalam pelaksanaan proyek konstruksi dibutuhkan pihak yang melaksanakan pekerjaan. Disinilah peran dari kontrak proyek. Jadi, Kontraktor adalah pihak yang ditunjuk oleh pemilik proyek sebagai pelaksana proyek, pihak ini yang akan melaksanakan proyek dengan proses perencanaan yang sudah disiapkan oleh konsultan perencana untuk dihasilkan ke wujud yang nyata.
 
Tugas kontraktor ini antara lain :
  • Memahami gambar desain, konsep dan spesifikasinya sebagai acuan di dalam proyek
  • Menyusun kembali metode pelaksanaan konstruksi dan jadwal pelaksanaan pekerjaan bersama site engineering dan structural engineering
  • Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan persyaratan waktu, mutu dan biaya yang sudah ditentukan
  • Membuat program kerja harian dan memberikan pengarahan kegiatan harian kepada pelaksana pekerjaan/tenaga kerja
  • Membuat evaluasi dan membuat laporan hasil pelaksanaan pekerjaan di lapangan

Tanya-tanya mengenai Jasa Desain Rumah, Pembangunan Rumah, Renovasi Rumah Klik Link Di Bawah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *