Tips Membangun Rumah Hemat Energi

Konsep Rumah Hemat Energi

Konsep rumah hemat energi menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik, dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan

Kita bisa memulai itu semua di lingkungan terdekat, yaitu rumah kita. Inilah beberapa tips tentang cara membuat rumah agar lebih hemat energi. Cocok untuk Anda yang berencana membangun atau merenovasi rumah.

1. Langit-langit (plafon) tinggi

Aliran udara di rumah berplafon tinggi akan lebih lancar dan menyejukkan. Meski di luar panas, udara di dalam rumah akan tetap dingin meski tanpa AC. Lebih hemat listrik bukan? Contohnya adalah rumah-rumah peninggalan kolonial. 

2. Gunakan perangkat elektronik hemat energi

Televisi LED jauh lebih hemat listrik daripada televisi tabung. Hindari penggunaan lampu CFL (Compact Fluorescent Light) dan gunakan lampu LED (Light Emitting Dioda). Lampu LED kualitas tinggi berdaya 60 watt dapat bertahan selama 22 bulan. Jika Anda tinggal di daerah bersuhu panas, pasang ceiling fan (kipas angin yang dipasang di langit-langit ruangan). 

3. Jendela

Usahakan agar ruang kerja atau ruang belajar di rumah memiliki jendela,  agar sinar matahari bisa masuk tanpa halangan. Anda tak perlu menyalakan lampu untuk beraktivitas, kecuali pada malam hari. 

4. Gunakan perangkat dapur elektronik hemat energi

Selalu pilih perangkat dapur elektronik yang bertanda Energy Star, baik untuk kulkas, microwave, juicer, dll. Kulkas Energy Star menggunakan energi listrik kurang dari 15% dibandingkan perangkat biasa (tidak bertanda Energy Star).

5. Gunakan kaca film solar control

Saat ini ada beberapa produsen yang menawarkan kaca film solar control. Meski harganya sedikit mahal, kaca film ini dapat membantu mengurangi intensitas dan suhu panas matahari yang masuk ke ruangan. Dengan demikian, ruangan akan terasa lebih sejuk.

6. Menanam pohon dan tanaman di sekitar rumah

Pohon di halaman akan menaungi rumah Anda dari paparan sinar matahari. Tanaman di sekitar rumah akan melepaskan oksigen di siang hari, sehingga udara akan terasa lebih sejuk. 

7. Membuat taman vertikal

Tidak punya halaman di rumah? Buatlah taman vertikal. Taman vertikal di dalam rumah bisa membantu menyerap panas, membuat ruangan lebih sejuk, menyegarkan mata, dan hati pun jadi lebih ceria. 

8. Bak cuci piring kecil

Inilah perangkat dapur yang Anda butuhkan untuk mengontrol pemakaian air. Bak cuci piring kecil akan membuat kita terbiasa menampung air seperlunya saja saat mencuci piring.

9. Memasang panel surya (solar cell)

Sinar matahari adalah sumber energi yang tak akan pernah habis sampai kapan pun. Apalagi di daerah beriklim tropis di mana matahari selalu bersinar sepanjang tahun. Jadi mengapa tidak memanfaatkannya. Hal itu dapat dilakukan dengan cara memasang solar cell (panel surya) di rumah untuk menghasilkan energi listrik panas matahari. Saat ini harga panel surya ukuran 1 meter persegi dijual dengan harga Rp 2 juta, dan mampu menghasilkan energi listrik sekitar 100 watt. 

10. Tangki tadah hujan

Air hujan yang berlimpah seperti sekarang bisa ditampung untuk digunakan di kemudian hari. Sistem seperti ini telah digunakan secara tradisional di beberapa daerah di Indonesia. Misalnya dengan membuat kolam penadah air hujan. Lebih amannya lagi sih memakai tangki tadah hujan yang dilengkapi penutup. Tujuannya agar nyamuk tidak bersarang di dalamnya. Tangki semacam ini mudah didapatkan di berbagai toko bahan bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *